Sabtu, 08 Januari 2011

Pesan Tak Terlihat dari Orang Tua

OK ... Orang tua yang dalam bahasa inggrisnya adalah parents, adalah manusia yang tercipta dengan segala unsur hubungan hingga menyatukan hati mereka. kemudian terciptalah kita sebagai manusia di muka bumi dengan segala hal yang mewakili diri kita. kita dididik dengan segala rasa sayang (pastinya), cinta dan sebagainya ... sehingga melahirkan pribadi - pribadi kita yang mewakili gen - gen mereka. pernah saya terpikir, bagaimana ya seandainya saya dilahirkan bukan dari ibu ini dan bukan dari ayah ini ... mungkinkah kita
seperti sekarang, mungkinkah kita membawa sifat dan mewakili orang tua kita ... yang mungkin dengan hidung yang pesek, telinga yang pendek mata yang sipit atau mungkin tinggi badan yang tidak sesuai ukuran standar ... atau sebaliknya memiliki hidung yang mancung mata besar ataupun tinggi yang ideal. itu semua tidak akan terjawab, karena kita udah ditakdirkan sebagaimana seharusnya ... disitu bukti bawah iman di dalam islam itu ada dan harus di imani, jelas kan.

Terus apa hubungannya dengan Judul di atas "Pesan Tak Terlihat dari Orang Tua" ?????...... Oh disini
Ok, saya menulis deskripsi saya ini untuk mnggambarkan suasana disaat saya menjadi panitia sebuah acara pendaftaran calon - calon mahasiswa baru ... disini saya melihat banyak hal baru juga satu ILMU yang tertanam di dalam diri setiap orang tua / Parent terhadap anaknya ... saya melihat ada mahasiswa yang datang dengan rasa takut ... rasa bingung ... rasa marah ... bahkan rasa senang, mungkin saja dikarenakan mereka punya semangat tinggi kali. Saya juga pernah merasakan hal yang sama karena saya jelas telah mengalami hal yang sama. Itu semua terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi hubungan sosial masyarakat (itu sih menurut saya), misalkan karena budaya birokrasi yang berbelit, kurangnya kemampuan siswa menggunakan sumberdaya teknologi komputer atau kurang TSTS (tanya sana tanya sini) jadinya bingung plus rasa - rasa yang udah saya ungkapin tadi.

Disanalah muncul peranan orang tua dalam membimbing anak mereka, ada mahasiswa baru yang dibantuin oleh ayah ibu mereka mulai dari membelikan perlengkan kuliah, mencarikan informasi kuliah, menemani daftar ulang bahkan melakukan pengisian data diri anaknya (Calon Mahasiswa). kita tidak bisa menyalahkan mereka karena apa, ya karena itu adalah insting seorang ayah / ibu dalam menyayangi anaknya (sama seperti ortu gua, he..he..) mereka tidak ingin anak - anaknya dipermainkan, dipersulit dan yang lebih menyedihkan lagi kecewa dan sedih ... jelas sekali itu. mereka rela bekorban membiayai kuliah anaknya, jual tanah, jual kebun bahkan mungkin aja ada jual rumah ... itu semua demi masa depan anak - anak mereka. Disitulah saya merasakan seolah mereka ingin memberikan sebuah pesan moral bagi saya (Kami sayang anak kami). rasa itu yang saya tidak jumpai dahulu ... terus untuk mahasiswa baru jelas juga mungkin mereka belum mendapatkan pesan itu (kecuali yang baca catatan saya ini). Bagi mereka yang memiliki sumber daya materi yang melimpah mereka tidak merasakan kesulitan dalam menyediakan fasilitas anak - anaknya. sebaliknya bagi mereka yang kurang mampu ... kita pasti tau sendiri susahnya ... Mereka harus ngutang sana sini, ngurus surat sana sini dan meminta segala keringanan biaya administrasi ditengah susahnya birokrasi indonesia ku ter CINTA. Padahal kita tahu kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan dengan semangat belajar yang tinggi, dan umumnya teman - teman saya yang berhasil berasal dari kalangan menengah kebawah ... yang lain gagal, ada yang berhasil tapi lama banget emang sih ada yang berhasil cepet juga tapi tidaklah banyak. intinya Keberhasilan seorang mendidik ilmu bukan dari materi yang dimiliki ataupun dimana kuliah (tempat) tapi semangat belajar yang tinggi, yang ditingkatkan dan ditimbulkan dari cita - cita masa kecil dan didikan orang tua / guru.

Kesimpulan dari beberapa paragraph diatas ya cari sendiri deh ... capek saya yang pasti 'Orang tua sayang ma kita, tinggal bagaimana kita membalas jasanya, baik materi dan terutama spritual (doa donk untuk orang tua di setiap sholat / ibadah)'

Demikian sedikit descripsi saya mengenai pengalaman dan rasa yang saya temui di kehidupan ini ... saya berharap bisa menjadi wadah pengingat saya untuk selalu mengingat orang tua. saya berharap bisa memberikan manfaat bagi pembaca dan tentunya saya sendiri. bisa menjadi bacaan teman tidur dikala malam, jauh dari orang tua, dikala rasa tidur tidak menghampiri kita namun rasa ingin tidur besar. Dikala jiwa rindu ma Ortu cukup dengan Ingat Mereka dan Kita Ucapkan 'I Love Parents'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar